Selasa, 01 Agustus 2017

Renungan Anne Avantie.

*Renungan Anne Avantie*

     > Mami adalah pribadi yg tidak pernah mengeluh.., pribadi yg tahu kapan harus "turut campur tangan dan kapan tidak".  Mami juga sangat tahu "kapan tidak ikut bicara dan kapan harus bicara..." Bukan orang tua yg "ngomoooong terus".
   
    > Sebagai seorang IBU, saya juga sering menasehati anak. Setiap bertemu "nasehat", ketemu "nasehat" lagi.  Hmmm rupanya anak-anak pun menjadi "lelah".

    Semua sudah berbeda --- cara lama tidak bisa lagi diterapkan dimasa kini --- kalau mau didengar oleh anak kita harus punya *"cara yg inovatif dan kreatif"* hingga bisa masuk dan menempati ruang hatinya.
    
   *> Ada 2 kutub yg bertolak belakang seperti magnet.  Antara kita dengan karakter anak2 masa kini.*

    Kita sebagai orangtua semakin bertambah usia semakin ingin *"mendekat".* Tapi anak.., semakin bertambah usia, "privacy-nya makin menebal".  Dan inginnya selalu *"menjauh".*

    Ini fenomena alam yg tak terselami.., *memeluk anak pun terasa tangan kita kurang panjang...  Ada yg menghindar ketika kita akan menyentuh mereka, katanya "malu"... "dilihat orang"... "risih".* 😭

     Sampai-sampai seorang sahabat saya mengeluh ketika bercerita.. bagaimana luka hatinya *pada anak-anaknya yg tidak lagi mau mendekat dan didekati.*
    Wajah muramnya penuh luka batin yg menyiratkan kerinduan.
Teringat... ketika masih kecil ditimang sayang.  Jauh sedikit mencari "induknya".  Ditinggal sebentar menangis meraung-raung.
    Tapi angan itu tinggal album kenangan masa lalu. *Hanya bisa diingat dan tidak bisa lagi terulang.*

    > Saya teringat satu pemandangan yg mengganggu pikiran saya ketika melihat sebuah keluarga kecil berjalan di tengah mall.

     Sepasang suami istri yg masih muda, gaya dan parlente serta wangi. Dengan 2 anak kecil2, satu baby sister dan *1 wanita agak lusuh dengan guratan ketuaan yang menggendong ransel anak2 dan menjinjing tas-tas belanjaan.*

     Saya agak penasaran siapa wanita tua itu.., ketika itu saya sedang berdiam menunggu putra saya.

   Dan terdengar suara panggilan yg menguatkan dugaan saya. Perempuan cantik dan modis itu memanggilnya *"MAH..".*

    Ohh.., pemandangan yg menyentuh hati.
Saat ini.., tidak lagi asing.
*Semakin tua.. semakin tidak lagi memiliki apapun.., kita seperti "PEMBANTU"* walau hati kita senang... Namanya juga ANAK.

     Tapi anak yg baik akan memperlakukan dan *mendandani IBU-nya selayak mungkin.*

   > Berbeda ketika orangtua  masih *"punya materi"*... pasti keadaannya jauh, masih dipandang mata.

    Peristiwa yg biasa... Yg umum dan bukan lagi "tabu" dibicarakan.

   Oleh karena itu, ketika masih muda..., kita jangan habiskan harta untuk "spekulasi" bisnis hingga *setelah TUA kekayaan kita tinggal tulang dan kulit - serta jadi beban anak2 kita...*

     *Kita dari awal sudah harus sadar dan mempersiapkan hari tua yg mandiri. Supaya masih punya "harga diri". . Di depan anak2 kita yg bertumbuh bagai misteri yg tak terselami.*

    *> Orangtua sekarang dikangenin anak sejauh gardu ATM...*

     *Semoga tidak terjadi di antara kita, orangtua.. saat ini.*

      Orangtua memberikan segala-galanya untuk anak.., tapi kalau tidak mau  *>sakitnya tuh disini<* janganlah terlalu berharap pada anak.... 🙏❤🌹

     ( Berkah Dalem )

Tidak ada komentar: