Alkisah, pada suatu pagi, seorang Gadis memberikan sedekah dana ke mangkuk seorang pengemis di suatu jalan yang sering dilaluinya saat ke kantor sambil menyapanya. Sang pengemis tersenyum sambil mengucapkan terima kasih kepada sang gadis itu.
Saat makan siang, sang pengemis mengambil uang sedekahannya untuk membeli makanan dan jari-jari tangannya merasakan ada cincin di dalam mangkuknya, dilihatnya, ternyata satu cincin berlian ada di telapak tangannya. Kegembiraan hatinya membuat dia segera ke toko berlian di jalan tersebut dan menanyakan harga cincin tersebut dan dia terkejut saat sang pemilik toko memberikan penawaran beberapa juta kepadanya. Sesaat dia terdiam untuk membayangkan uang yang banyak yang akan diterimanya, namun dia lalu menggelengkan kepalanya sambil mengambil cincin berlian itu dari sang pemilik toko dan berlalu. Sempat sang pengemis mendengar bahwa pemilik toko itu menaikkan dua kali penawarannya, namun dia tetap berjalan.
Sang pengemis berpikir pastilah itu cincin sang gadis itu yang memberinya sedekah pada pagi ini. Sang pengemis merasakan kebahagiaan sang gadis saat menyapanya dan memberinya sedekah. Maka sang pengemis segera berkeliling di sekitar perkantoran itu sambil menanyakan keberadaan sang gadis kepada satpam kantor2 di sepanjang jalan. Akhirnya dia mendapatkan info keberadaan gadis itu pada suatu kantor dan menanyakan kepada satpam, apakah dia bisa menemui gadis itu.
Sang satpam kantor itu mencoba menghubungi gadis itu. Beberapa waktu kemudian, sang gadis yang nampaknya sedang sedih dan baru saja menangis, sudah berada di luar lobby kantor. Dan diantar satpam kantor, dia menemui sang pengemis. Sang pengemis memberi salam dan menanyakan mengapa sang gadis nampak sedih dan sang gadis mengatakan bahwa dia baru saja kehilangan cincin pertunangannya.
Sang pengemis mengeluarkan cincin berlian itu dan menanyakan apakah ini cincinnya. Sang gadis menatap cincin itu dan tampaklah senyum bahagia di wajahnya dan segera mengangguk-anggukkan kepalanya. Dengan segera sang pengemis memberikan cincin itu kepada sang gadis. Sang gadis memakai cincin itu dengan bahagia sambil matanya berkaca-kaca dan meneteskan air mata. Sang gadis memegang tangan sang pengemis, menanyakan berapa yang dia inginkan sebagai hadiah mengembalikan cincinnya. Sang pengemis menggelengkan kepalanya dan berkata dia senang karena sudah membuat sang gadis mendapatkan kembali cincin pertunangannya, lalu pamit untuk mencari makan siang. Sang gadis ikut berjalan, mengantarkan sang pengemis sampai keluar gedung perkantorannya.
Sang gadis dalam kebahagiaannya, menceritakan kisahnya dalam media sosialnya dan ternyata banyak orang terharu dan terkesan akan kebaikan hati sang pengemis dan menyarankan sang gadis untuk membuka kotak donasi untuk memberikan hadiah kepada sang pengemis. Sang gadis melakukannya dan hasilnya dalam satu minggu sudah terkumpul ratusan juta.
Beberapa waktu kemudian, Sang gadis memberikan dana tersebut kepada sang pengemis yang baik hati, sambil dibantu temannya membuat video sebagai bukti penyerahan dana bagi para donaturnya. Sang pengemis yang menerima dana itu, sangat terkejut, terharu, matanya berkaca-kaca dan meneteskan air mata bahagia, dia berkata bahwa dia akan membeli sebuah rumah yang akan dipakai sebagai rumah singgah bagi siapapun yang perlu menginap di malam hari.
#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar